PELUANG INVESTASI INDUSTRI KABUPATEN INDRAMAYU



Secara geografis pengembangan wilayah pertumbuhan industri disesuaikan dengan potensi Industri yang ada diwilayah tersebut dengan tetap memperhatikan sumber daya alam, kedekatan sumber bahan baku, ketersediaan tenaga kerja, aksebilitas jalan dan infrastruktur. Kabupaten DPMPTSP Kabupaten Indramayu memiliki jumlah Perusahaan industri kecil dan menengah adalah sebanyak 6.433 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 21.269 orang.

Adapun peluang investasi yang diperlukan dibidang ini adalah:
• Pengembangan Industri Hilir Migas dan Manufaktur;
• Pengembangan dan Pemasaran Industri Batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu;
• Pengembangan dan Pemasaran Industri Kerajinan Rakyat ;
• Pengembangan Pengolahan Produksi Kerupuk DPMPTSP Kabupaten Indramayu;
• Pengembangan Pengolahan Produksi Mangga dan
• Pengembangan Pengolahan Produksi Rempeyek dan Minuman Mangrove.

Project Image
Project Image


Project Image
Project Image


Project Image


• Pengembangan Industri Hilir Migas dan Manufaktur

Di samping memiliki beberapa lapangan MIGAS, Kabupaten DPMPTSP Kabupaten Indramayu juga memiliki 1 unit Kilang Pengolahan Minyak yaitu Pertamina UP-VI Balongan dengan kapasitas produksi sebesar 125 ribu barrel perhari dan 1 unit Kilang Pengolahan dan Pemurnian Gas yaitu Kilang LPG Mundu dengan kapasitas produksi 37,3 juta SCF per hari. Produksi unggulan dari kedua unit pengolahan minyak dan gas bumi tersebut adalah BBM, Non BBM dan LPG. Untuk kegiatan industri pendukung yang mengolah lebih lanjut bahan baku hasil pengolahan minyak dan gas bumi, telah berdiri Pabrik Polypropylene (PT.PolytamaPropindo), Pabrik Resin Sintesis (PT. Damarindo Reka Kimia) yang berlokasi 1 (satu) km dari lokasi Kilang Pertamina UP-VI Balongan.

Adanya industri pengilangan Minyak Exor-I seluas 1.000 Ha di kawasan industri terbatas Balongan akan merangsang perkembangan industri hilirnya (petrokimia). Aglomerasi ini terjadi karena kedekatan dengan bahan baku yang merupakan faktor penting dalam memilih lokasi industri untuk meminimalisasi biaya transportasi. Perkembangan kegiatan industri di kawasan ini akan memberikan efekganda(multi playereffect) bagi kegiatan lainnya seperti perdagangan dan jasa lainnya.

• Pengembangan dan Pemasaran Industri Batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu


Project Image


Batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu sering juga disebut sebagai Batik Dermayon yang tergolong beraliran Pesisir. memiliki ciri khas tersendiri yaitu corak-coraknya yang khas tidak dijumpai pada batik daerah lain. Corak-corak batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu terlihat lebih berani dalam teknik pewarnaan jika dibandingkan dengan batik daerah lain, yaitu mengadopsi secara utuh dari motif burung dan berbagai macam bunga serta tumbuh tumbuhan. Batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu memiliki 52 motif yang bercirikan khas daerah pesisir pantai, sesuatu yang berbeda jika dibandingkan denga Batik Solo dan Yogya. Batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu tersedia dalam beragam jenis produk mulai dari bahan belum jadi (kain) sampai produk siap pakai seperti kemeja pria dan pakaian wanita.

Hasil produksinya telah berhasil menembus pasar nasional dan internasional. Untuk tujuan luar negeri batik DPMPTSP Kabupaten Indramayu sebagian besar dipasarkan ke negera-negara Timur Tengah dan Negara Eropa seperti Ingris dan Perancis.



• Pengembangan dan Pemasaran Industri Kerajinan Rakyat

Project Image


Project Image


Selain industri besar, industri kecil atau industri rumah tangga berkembang pesat di DPMPTSP Kabupaten Indramayu, diantaranya kerajinan logam, kerajinan tenun gedogan, bordir, kerajinan anyaman, gitar mini, gerabah/keramik, kerajinan topeng dan lain – lain.

Berbagai jenis kerajinan logam seperti gantungan lampu, rak bunga, dan aneka mainan dproduksi di Kecamatan Juntinyuat dan Karangampel. Hasil produksi dipasarkan ke luar negeri berdasarkan permintaan atau pesanan.

Tenun Gedogan mirip dengan Kain Ulos yang diproduksi oleh para pengrajin di Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat. Tenun Gedogan selain dapat digunakan untuk selendang juga sebagai hiasan dinding, taplak meja dan sajadah. Berbagai jenis kerajinan tangan seperti berbagai macam bentuk gitar mini diproduksi di Kecamatan Lelea.

Sebagian besar hasil produksinya dipasarkan ke luar negeri berdasarkan permintaan atau pesanan. Kerajinan topeng DPMPTSP Kabupaten Indramayu terkenal sampai ke mancanegara, baik keseniannya maupun topengnya sendiri. Seniman ukir topeng terdapat di Desa Tambi dan Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg. Zona industri Losarang – Kandanghaur – Sukra seluas 5.000 Ha secara geografis berdekatan dengan pelabuhan Eretan dan dilalui jalan regional Pantura sehingga diharapkan dapat menampung investasi dari sektor swasta yang akan menanamkan modalnya di kawasan ini teruama jenis-jenis industri yang memiliki kaitan erat.


• Pengembangan Pengolahan Produksi Kerupuk DPMPTSP Kabupaten Indramayu.

Project Image


DPMPTSP Kabupaten Indramayu yang terletak di pesisir utara Jawa Barat tak hanya terkenal sebagai daerah penghasil ikan laut, tapi juga sebagai produsen kerupuk udang dan ikan. Sentra industri makanan ringan ini terletak di Desa Kenanga Kecamatan Sindang. Ada sekitar 30 pabrik kerupuk di sentra tersebut. Pemasarannya hinggake luar Pulau Jawa bahkan merambah ke ekspor. Karena itu, agar produk hasil olahannya lebih baik lagi, saat ini para pengusaha kerupuk tengah mendalami pelatihan packing sample untuk tujuan ekspor.

Usaha pembuatan krupuk di Desa Kenanga telah diawali sejak tahun 1980-an dan kian marak sejak 1990. Seiring perkembangan zaman, produsen juga membuat kerupuk berbahan baku utama ikan, udang, bawang putih, dan jengkol. Dari hasil memproduksi camilan ringan ini, pembuat kerupuk di sentra itui bisa mengantongii omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

Hasil pengolahan ikan (kerupuk) dari Kabupaten DPMPTSP Kabupaten Indramayu, mampu menembus pasar internasional,terutama untuk menyuplai kebutuhan negara-negara Asia. Sayangnya, meskipun produknya diminati masyarakat luar negeri, namun para pengusaha lokal belum sanggup untuk memenuhi permintaan pasar ekspor tersebut, yang disebabkan diantaranya ketatnya persyaratan ekspor.


PENGUNJUNG


LATEST TWEETS
CONTACT US
FOLLOW US